Hukum Islam Progresif: Tawaran Teori Maslahat At-Thufi sebagai Epistemologi untuk Pembangunan Hukum Nasional di Indonesia

Sarifudin Sarifudin

Abstract


Hukum Islam merupakan salah satu sumber hukum di Indonesia, di samping hukum Adat dan hukum Eropa kontinental. Hukum Islam dengan seluruh kompleksitasnya memiliki landasan filosofisnya sendiri sebagai fondasinya, dan salah satu landasan filosofis dari hukum Islam adalah kemaslahatan. Tulisan ini mencoba menawarkan teori maslahat at-Thufi sebagai landasan filosofis dalam upaya mewujudkan arah pembangunan hukum nasional di Indonesia dengan menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach). Dengan pendekatan ini, penulis mencoba untuk memahami secara benar dan komprehensif konsep maslahat dengan merujuk pendapat para ahli. Oleh karena dalam disiplin ilmu hukum Islam, tulisan ini termasuk dalam wilayah kajian usul fikih, maka penulis mencoba mengelaborasikannya dengan pendekatan ushuliyyah, yaitu pendekatan yang menggunakan dan mengakomodasi teori-teori usul fikih. Akhir tulisan ini menyimpulkan bahwa teori maslahat at-Thufi dengan semangat progresivitas hukumnya bisa dijadikan sebagai landasan, baik secara filosofis maupun teologis dalam merumuskan arah pembangunan hukum nasional di Indonesia.

Kata Kunci: Maslahat; At-Thufi; Hukum Islam Progresif; Pembangunan Hukum Nasional.

Abstract

Islamic law is one source of law in Indonesia, besides Adatrecht and Civil Law System. Islamic law with all its complexity has its own philosophical foundation, and one of the philosophical foundations of Islamic law is a benefit. This paper tries to offer the theory of Maslahat at-Thufi as a philosophical foundation for realizing the direction of the development of national law in Indonesia with a conceptual approach, where the author tries to understand the concept of maslahat correctly by referring to the opinions of experts. Because in Islamic law disciplines are included in the area of ushul fiqh, the author tries to elaborate it with the ushuliyyah approach that accommodates the theories of ushul fiqh. This paper concludes that the theory of Maslahat at-Thufi with its spirit of legal progress can be used as a foundation, both philosophically and theologically, in formulating the direction of national law development.

Keywords: Benefit; At-Thufi; Progressive Islamic Law; National Law Development.

 


Keywords


Maslahat; At-Thufi; Hukum Islam Progresif; Pembangunan Hukum Nasional

Full Text:

PDF

References


Akbar, Patrialis. “Arah Pembangunan Hukum Nasional Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” 2019. https://fh.umj.ac.id/arah-pembangunan-hukum-nasional-menurut-undang-undang-dasar-negara-republik-indonesia-tahun-1945.

Amiri, Abdullah M. al-Husein al-. Dekonstruksi Sumber Hukum Islam: Pemikiran Hukum Najmuddin at-Thufi. Terj. Abdul Basir. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2004.

Apeldoorn, L. J. van. Pengantar Ilmu Hukum. Terj. Mr. Supomo. Jakarta: Pradnya Paramita, 1981.

Atmasasmita, Romli. “Tiga Paradigma Hukum Dalam Pembangunan Nasional.” Jurnal Hukum Prioris 3, no. 1 (2016): 1–26.

Dysmala, Emma. “Pemikiran Menuju Hukum Progresif.” Jurnal Wawasan Yuridika 27, no. 2 (2014): 531–37. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25072/jwy.v27i2.36.

Hadi, Abdul, and Shofyan Hasan. “Pengaruh Hukum Islam Dalam Pengembangan Hukum Di Indonesia.” Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat 15, no. 2 (2015): 89–100. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/nurani.v15i2.284.

Halim, Abd. “Analisis Kebijakan Pembangunan Hukum Nasional Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.” Al-Mazahib 2, no. 2 (2014): 239–58.

Haroen, Nasrun. Ushul Fiqh 1. Jakarta: Logos, 1997.

Hasan, Sofyan, and Warkum Sumitro. Dasar-Dasar Memahami Hukum Islam Di Indonesia. Surabaya: Usaha Nasional, 1994.

Huda. “The World’s Muslim Population: Statistics and Key Fact,” 2019. https://www.learnreligions.com/worlds-muslim-population-2004480.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman (2009).

Jalil, Abd. et al. Fiqh Rakyat: Pertautan Fiqh Dengan Kekuasaan. Yogyakarta: LKiS, 2000.

Jauziyyah, Ibn Qayyim al-. I’lam Al-Muwaqi’in ‘an Rob Al-‘Alamin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993.

Khallaf, Abd. Wahab. Ilmu Ushul Fiqh. Semarang: Dimas, 1994.

———. Mashadir at-Tasyri’ Al-Islami Fi Ma La Nash Fihi. Kuwait: Dar al-Qalam, 1972.

Latipulhayat, Atip. “Editorial: Mendudukan Kembali Judicial Activism Dan Judicial Restraint Dalam Kerangka Demokrasi.” Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 3 (2017): i–vi. https://doi.org/https://dot.org/10.22304/pjih.v4n3.a0.

Mannan, Abdul. Reformasi Hukum Islam Di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Marwan, Awaludin. Satjipto Rahardjo: Sebuah Biografi Intelektual & Pertarungan Tafsir Terhadap Filsafat Hukum Progresif. Yogyakarta: Kerjasama Thafa Media dan Satjipto Rahardjo Institute, 2013.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Prenadamedia Group, 2011.

Muhadjir, Noeng. Filsafat Ilmu: Ontologi, Epistemologi, Axiologi, First Order, Second Order & Third Order of Logics Dan Mixing Paradigms Implementasi Methodologik. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2011.

Mukhtar, Makhsum, and Faqihuddin Abd. Qodir. “Nadzariyyah Al-Mashlahah ‘inda at-Thufi.” Lektur IX (2000): 35–45.

Purwanto, Muhammad Roy. Dekonstruksi Teori Hukum Islam: Kritik Terhadap Teori Maslahat at-Thufi. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara, 2014.

Rachmawati. “Perjalanan Panjang Baiq Nuril Mencari Keadilan,” 2019. https://regional.kompas.com/read/2019/07/09/07524561/perjalanan-panjang-baiq-nuril-mencari-keadilan?page=all.

Rahardjo, Satjipto. “Hukum Progresif: Hukum Yang Membebaskan.” Progressive Law Journal (Jurnal Hukum Progresif) 1, no. 1 (2011): 1–24. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/hp.1.1.1-24.

Rasyuni, Ahmad ar-, and Jamal Barut. Ijtihad Antara Teks, Realitas, Dan Kemaslahatan Sosial. Jakarta: Erlangga, 2002.

Rizky, Rudi, ed. Refleksi Dinamika Hukum (Rangkaian Pemikiran Dalam Dekade Terakhir). Jakarta: Perum Percetakan Negara Indonesia, 2008.

Salam, ‘Izzuddin Ibn ‘Abd as-. Qawa’id Al-Ahkam Fi Mashalih Al-Anam. Beirut: Muasasah ar-Rayyan, 1998.

Sarifudin, Sarifudin, and Kudrat Abdillah. “Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 Dalam Bingkai Hukum Progresif.” Jurnal Yuridis 6, no. 1 (2019): 94–111. https://doi.org/10.35586/jyur.v6i1.788.

Sidharta, Arief. Meuwissen Tentang Pengembangan Hukum, Ilmu Hukum, Teori Hukum Dan Filsafat Hukum. Bandung: Refika Aditama, 2007.

Sulaiman, Sulaiman, and Derita Prapti Rahayu. “Pembangunan Hukum Indonesia Dalam Konsep Hukum Progresif.” Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (2018).

Suny, Ismail. “Hukum Islam Dalam Hukum Nasional.” Jurnal Hukum & Pembangunan 17, no. 4 (2017): 351–57. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol17.no4.1348.

Suratmaputra, Ahmad Munif. Filsafat Hukum Islam Al-Ghazali, Maslahat Mursalah Dan Relevansinya Dengan Pembaharuan Hukum Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2002.

Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003.

Thufi, Najmuddin at-. Syarh Arba’in an-Nawawiyyah. Kuwait: Dar al-Qalam, 1972.

Yusdani. Peranan Kepentingan Umum Dalam Re-Aktualisasi Hukum: Kajian Konsep Hukum Islam Dalam Kajian Najmuddin At-Thufi. Yogyakarta: UII Press, 2000.

Zaid, Mustafa. Al-Maslahah Fi Tasyri Al-Islam Wa Najmuddin at-Thufi. Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 1964.




DOI: http://dx.doi.org/10.25072/jwy.v3i2.269

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF - 9 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Sarifudin Sarifudin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Wawasan Yuridika is Indexed on :

 

Jurnal Wawasan Yuridika (ISSN Online: 2549-0753 |ISSN Print:2549-0664) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License