“Tata Permainan Bahasa” Wittgenstein Dalam Teks Konstitusi

Lilis Hartini

Abstract


Filsafat analitik memusatkan perhatiannya pada bahasa dan mencoba menganalisis konsep-konsep, ungkapan-ungkapan kebahasaan, atau bentuk-bentuk yang logis supaya menemukan bentuk-bentuk yang paling logis dan singkat yang cocok dengan fakta-fakta atau makna-makna yang disajikan. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini membahas masalah wacana hukum karena konsep-konsep bahasa hukum mempunyai rule of games tersendiri berdasar pada logika bahasa secara sintaksis dan fakta di luar bahasa secara pragmatik. Permasalahan inti dalam tulisan ini adalah bagaimana penggunaan istilah-istilah hukum dalam konteks yang berbeda tetapi mempunyai kemiripan keluarga (family resemblance) dan bagaimana aturan main (rule of games) istilah-istilah hukum diberlakukan dalam permainan bahasa Wittgenstein. Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aturan main istilahistilah hukum dalam konteks yang berbeda tetapi mempunyai kemiripan keluarga.

Abstract
Analytic philosophy focuses on language and attempts to analyze concepts, linguistic expressions, or the most logical and concise forms that fit with the facts or presented meanings. Based on the data above, this paper discusses the issue of legal discourse as the concepts of legal language have their own rules of the game based on the logic of language syntactically and the facts outside the language pragmatically. The core problem in this paper is how to use legal terms in different contexts but still have a family resemblance, and how the rules of the legal terms are applied in the Wittgenstein language game. This discussion aims at describing the use of rules of legal terms in different contexts but does not have family resemblances.


Keywords


Aturan Main; Konstitusi; Permainan Bahasa.

Full Text:

PDF

References


Bertens, K. Filsafat Barat Abad XX: Inggris-Jerman. Jakarta: Gramedia, 1983.

Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia 1945. Lengkapi Amandemen. http://www.geocities.jo/indo_ka/const/index.html. Diakses: 30 Juni 2018.

Kaelan.Filsafat Bahasa Menurut Ludwig Wittgenstain. Yogyakarta: Paradigma, 2004.

______. Filsafat Bahasa, Semiotika, Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma, 2009.

Komnasham.Deklarasi Universal Hak Asasi. https:// www.komnasham.go.id/files/1475231326-deklarasi-universal-hak-asasi-SR48R63.pdf. Diakses: 30 Juni 2018.

Mudhofir, Ali. Kamus Teori dan Aliran Dalam Filsafat dan Teologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1996.

Mutansyir, Rizal. HAM dalam Tinjauan Filsafat Analitik. Jentera Jurnal Hukum. Edisi 01 Agustus 2002.

Sutrisna, Tatan. “Universal Declaration of Human Rights.” https://asefts63.wordpress.com/2011/04/10/universal-declaration-of-human-rights. Diakses: 25 Juli 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.25072/jwy.v3i1.204

Article Metrics

Abstract view : 138 times
PDF - 116 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Lilis Hartini

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Wawasan Yuridika is Indexed on :

 

Jurnal Wawasan Yuridika (ISSN Online: 2549-0753 |ISSN Print:2549-0664) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License